Lima Puluh Kota, 21 November 2025 – Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, resmi membuka Festival Literasi Lima Puluh Kota 2025 di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sarilamak, Selasa (4/11/2025). Pada kesempatan yang sama, H. Safni juga mengukuhkan Bunda Literasi Kabupaten Lima Puluh Kota.
Festival literasi ini digelar selama tiga hari, 4-6 November 2025, dengan tema “Suluh Literasi di Luhak Nan Bungsu, Menyalakan Semangat Literasi, Wujudkan Lima Puluh Kota Berdaya dan Sejahtera.” Kegiatan ini bertujuan mendorong budaya membaca dan meningkatkan kesadaran literasi di masyarakat.
Beragam kegiatan menarik tersaji selama festival. Pengunjung dapat menyaksikan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan, workshop kepenulisan, pentas literasi ventriloquist show, lomba baca puisi, English speech contest, serta pameran literasi dan bazar buku.
Festival juga dimeriahkan oleh sejumlah tokoh nasional. Hadir Duta Baca Indonesia Gol A Gong, penulis Boy Candra, Hasril Chaniago, M. Fajar Rillah Veski, serta konten kreator literasi seperti Uda Rio, Uda Jibi, Anomon, dan Uda Obe.
Dalam sambutannya, Bupati H. Safni menekankan pentingnya literasi sebagai pondasi kemajuan daerah. Ia menyatakan, literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi membangun kesadaran berpikir masyarakat.
“Masyarakat yang gemar membaca akan melahirkan generasi yang kritis dan kreatif. Kita ingin anak muda dan masyarakat lebih dekat dengan buku, pengetahuan, dan inspirasi,” ujar H. Safni.
Panitia penyelenggara, Fery Chofa, menambahkan bahwa festival ini bertujuan meningkatkan animo masyarakat untuk membaca. Menurutnya, literasi harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat lebih sering datang ke perpustakaan dan menjadikan membaca sebagai bagian dari hidup mereka,” katanya.
Selama festival, pengunjung dapat menikmati stand literasi dari setiap OPD dan Nagari, serta bazar UMKM lokal yang menampilkan produk-produk masyarakat. Festival ini diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya budaya baca dan kreatifitas di Lima Puluh Kota.





